Suarademokrasi, Jakarta – Persoalan sampah organik yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah mendorong lahirnya inovasi teknologi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan. PT Enviro Mas Sejahtera memperkenalkan mesin pengolah sampah organik cepat bernama Somya dalam pameran Envirotech sebagai solusi untuk mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya.
Mesin karya anak bangsa tersebut mampu mengolah sampah organik menjadi substansi siap kompos dalam waktu sekitar delapan jam. Selain mempercepat proses penguraian, teknologi ini juga diklaim dapat mengurangi volume sampah hingga 95 persen.
Founder PT Enviro Mas Sejahtera, Anak Agung Ngurah Panji Astika, mengatakan Somya dirancang untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah yang praktis, efisien, dan berkelanjutan.
Menurut Panji, mesin tersebut tidak menghasilkan emisi gas berbahaya seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), maupun hidrogen sulfida (H₂S). Selain itu, proses pengolahannya tidak menimbulkan bau menyengat maupun kebisingan sehingga dapat digunakan di lingkungan permukiman maupun kawasan komersial.
“Somya dirancang agar pengelolaan sampah dapat dilakukan langsung di sumbernya. Dengan demikian, sampah tidak perlu menumpuk atau dikirim ke tempat pembuangan akhir dalam jumlah besar,” ujar Panji.
Ia menjelaskan, Somya telah dilengkapi sistem Human Interface Machine (HMI) berbasis layar sentuh dan teknologi Internet of Things (IoT). Fitur tersebut memungkinkan pengguna memantau serta mengendalikan operasional mesin dari jarak jauh, termasuk mengawasi suhu dan berat sampah yang sedang diproses.
PT Enviro Mas Sejahtera menyediakan berbagai varian mesin sesuai kebutuhan. Untuk tipe terkecil, yakni SCD 50, kapasitas pengolahan mencapai 50 kilogram sampah organik dalam satu siklus delapan jam. Kapasitas tersebut dinilai setara dengan produksi sampah harian sekitar 50 rumah tangga.
Mesin ini menggunakan daya listrik 3.000 watt dengan konsumsi energi sekitar 15 kWh per siklus. Sementara untuk kebutuhan yang lebih besar, perusahaan juga menyediakan unit dengan kapasitas pengolahan mulai dari 10 ton hingga 100 ton.
Dengan desain yang relatif ringkas, mesin Somya dapat ditempatkan di berbagai lokasi seperti perumahan, kantor, restoran, hotel, resor, hingga fasilitas publik lainnya.
Panji menilai pendekatan pengelolaan sampah di sumber merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini menjadi persoalan di banyak daerah.
Menurut dia, perhatian terhadap sampah organik perlu ditingkatkan karena jenis sampah tersebut menyumbang porsi terbesar dari total timbulan sampah nasional.
“Selama ini perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada sampah plastik. Padahal, sampah organik mencapai hampir 70 persen dari total sampah yang dihasilkan. Jika sampah organik dapat diselesaikan di sumbernya, maka sampah non-organik yang tersisa akan lebih bersih dan lebih mudah untuk didaur ulang,” kata Panji.
Ia menambahkan, hasil olahan mesin Somya memiliki nilai ekonomis karena menghasilkan material organik matang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.
Perusahaan yang telah berdiri selama 26 tahun itu kini terus memperluas implementasi teknologinya. PT Enviro Mas Sejahtera telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk penandatanganan nota kesepahaman dengan PT KAI untuk pengadaan mesin di sejumlah stasiun. Selain itu, teknologi tersebut juga mulai digunakan oleh beberapa hotel, restoran, dan kantor PLN.
Panji berharap teknologi pengolahan sampah berbasis sumber dapat diterapkan secara lebih luas hingga tingkat lingkungan masyarakat seperti RT, RW, dan komunitas lokal.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai. Dengan teknologi yang tepat, sampah dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujarnya.
Melalui inovasi Somya, PT Enviro Mas Sejahtera berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia. (L)


















