Suarademokrasi, Jakarta – PT Serata Engineering memanfaatkan ajang INAMARINE 2024 untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas pasar di sektor maritim. Perusahaan asal Surabaya itu mengandalkan genset kapal rakitan lokal yang telah digunakan berbagai perusahaan pelayaran di Indonesia.
Direktur PT Serata Engineering Hardi Halim mengatakan perusahaannya merupakan manufaktur dan penyedia komponen kapal yang fokus pada auxiliary engine dan sistem propulsi kapal. Sejumlah produk dirakit di dalam negeri dengan menggandeng merek mesin ternama, salah satunya Mitsubishi.
“Kami basis di Surabaya, perusahaan lokal. Spesialisasi kami di auxiliary engine dan sistem propulsi kapal. Kami punya fasilitas fabrikasi sendiri, lalu mesin dari brand seperti Mitsubishi kami rakit di dalam negeri,” kata Hardi saat ditemui di INAMARINE 2024.
Hardi menjelaskan Serata Engineering berdiri sejak 2014. Menjelang pandemi COVID-19, perusahaan mulai memfokuskan bisnis di sektor maritim dan kini memasok kebutuhan kapal milik perusahaan swasta nasional serta tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah BUMN.
Salah satu produk yang paling banyak diminati adalah generator set (genset) kapal. Produk tersebut tersedia dalam kapasitas 40 hingga 100 kVA dan dibanderol sekitar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.
“Produk yang paling banyak diminati adalah genset kapal karena proses perakitannya dilakukan di dalam negeri. Garansi yang kami berikan juga mengikuti standar dari pabrikan mesin,” ujarnya.
Serata Engineering juga memastikan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang tetap terjamin. Menurut Hardi, penggunaan mesin Mitsubishi membuat sparepart mudah diperoleh di berbagai wilayah Indonesia.
“Untuk sparepart aman karena basis mesin Mitsubishi sangat mudah dicari. Ketersediaannya sudah ada dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Melalui partisipasi di INAMARINE 2024, Serata Engineering berharap dapat memperluas kerja sama dengan para pemilik kapal dan pelaku industri maritim sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri maritim nasional. (L)


















