Suarademokrasi, Jakarta – Komunitas Penggerak Potensi Indonesia (Kopsindo) menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja pemerintah. Organisasi masyarakat sipil itu menilai sejumlah kebijakan pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat dan perlu segera dievaluasi.
Ketua Umum Kopsindo, Drs. Rambun Sumardi, Ak., M.Si., mengatakan kondisi ekonomi masyarakat dalam setahun terakhir semakin berat. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok, BBM, hingga tarif listrik membuat daya beli masyarakat terus menurun.
“Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi kebijakan subsidi dan memperkuat ketahanan pangan nasional, bukan hanya mengandalkan impor,” ujar Rambun dalam keterangannya, Rabu 22/7/26.

Selain persoalan ekonomi, Kopsindo juga menyoroti penegakan hukum yang dinilai belum konsisten. Organisasi tersebut menilai masih ada kasus-kasus besar yang belum ditangani secara maksimal, sementara ruang masyarakat untuk menyampaikan kritik dinilai semakin menyempit.
Di sektor pembangunan, Kopsindo mengkritik pelaksanaan sejumlah proyek strategis nasional yang disebut minim pelibatan masyarakat. Menurut mereka, kondisi itu berpotensi memicu konflik agraria, penggusuran, hingga kerusakan lingkungan.
Kopsindo juga menilai layanan publik di bidang kesehatan dan pendidikan masih menghadapi berbagai persoalan. Antrean layanan BPJS, kekurangan tenaga pendidik di sejumlah daerah, hingga tingginya biaya pendidikan dinilai menjadi bukti masih adanya kesenjangan pelayanan dasar.
Melalui pernyataan sikapnya, Kopsindo menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah. Pertama, membuka data anggaran secara transparan dan melibatkan publik dalam pengawasan. Kedua, meninjau ulang kebijakan yang dinilai memberatkan masyarakat kecil. Ketiga, menjamin kebebasan pers, mahasiswa, dan masyarakat sipil dalam menyampaikan kritik tanpa kriminalisasi. Keempat, memperkuat program padat karya untuk menyerap tenaga kerja dan menekan angka kemiskinan.
“Kami bukan anti-pemerintah. Kami mengkritik karena kami peduli. Negara ini milik kita bersama. Jika pemerintah tidak mendengar kritik kami, maka suara rakyat akan semakin keras di jalan dan di bilik suara,” kata Rambun.
Kopsindo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berjalan sesuai konstitusi serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok. (Siska)


















