Suarademokrasi, Jakarta – Stan Bhayangkari Daerah Jawa Tengah sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Kriya Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026. Salah satu produk yang paling banyak dilirik adalah Garam Jono asal Kabupaten Grobogan, garam unik yang dibuat dari air sumur, bukan air laut.

Ketua Ekonomi PD Bhayangkari Jawa Tengah, Dewi Dharmayanti, mengatakan Garam Jono menjadi produk unggulan yang dipamerkan karena keunikannya yang sulit ditemukan di daerah lain.
“Yang paling unggulan di sini yang terdisplay itu Garam Jono. Karena Garam Jono ini di mana-mana nggak ada. Ini bukan garam air laut, tapi garam air sumur. Sumurnya itu hanya satu-satunya di Indonesia, bahkan mungkin di dunia,” kata Dewi di lokasi pameran KBN 2026, Jakarta, Selasa (22/7/2026).
Selain Garam Jono, PD Bhayangkari Jawa Tengah juga membawa ratusan produk UMKM unggulan dari berbagai kabupaten dan kota. Produk yang dipamerkan meliputi aneka kerajinan tangan, wastra, hingga kuliner khas Jawa Tengah.
Menurut Dewi, lebih dari 300 pelaku UMKM turut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Untuk menampilkan produk-produk terbaiknya, Jawa Tengah menghadirkan delapan booth kriya dan dua booth kuliner.
“Produk yang kami tampilkan ada banyak, ada puluhan bahkan ratusan. Pelaku UMKM yang terlibat ada sekitar 300-an lebih. Untuk stan, kami memboyong 8 booth kriya dan 2 booth kuliner,” ujarnya.
Dewi menambahkan, konsep stan Jawa Tengah tahun ini tampil lebih menarik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Penataan interior dan kurasi produk dibuat lebih modern sehingga mampu menarik perhatian pengunjung.
“Yang membedakan tahun ini jelas penampilannya. Desain interiornya lebih menarik dan barang-barang yang dijual juga produk-produk pilihan. Tampilannya lebih ‘wow’ sehingga menarik banyak pembeli, buktinya ramai sekali stan kami,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam KBN 2026, Bhayangkari Jawa Tengah berharap produk-produk UMKM semakin dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan daya saing.
“Target dan harapannya, UMKM semakin bernilai dan maju. Kita mengacu pada arahan Presiden bahwa UMKM harus semakin naik kelas,” pungkas Dewi. (L)


















