banner 728x250

Melalui Gurindam Dua Belas, Menko Polkam Ajak Pasis SeskoAD Menjadi Pemimpin Teladan dan Adil kepada Rakyat

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Bandung – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengajak para Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII SeskoAD untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, mampu memberikan keteladanan, dan senantiasa menjunjung keadilan bagi rakyat. Pesan tersebut salah satunya disampaikan melalui Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji saat Menko Polkam memberikan pembekalan pada Kuliah Umum Pasis Dikreg LXVIII SeskoAD TA 2026 di Bandung, Kamis (20/8/2026).

Menghadapi perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks, Menko Polkam menekankan bahwa para perwira tidak cukup hanya mampu merespons persoalan yang telah terjadi, tetapi harus memiliki kemampuan membaca dan mengantisipasi perkembangan situasi. “Pemimpin masa depan harus bergerak dari reaktif menjadi antisipatif. Harus mampu membaca indikator awal, memahami arah perubahan, memperkirakan eskalasi dan menyiapkan beberapa alternatif tindakan sebelum ancaman berkembang menjadi krisis,” tegas Menko Polkam. Menurutnya, sikap adaptif bukan berarti kehilangan ketegasan dan prinsip, melainkan kemampuan menyesuaikan cara dan metode bertindak tanpa kehilangan tujuan strategis, disiplin, kesatuan komando, dan kepentingan nasional.

Dalam membentuk kualitas pemimpin tersebut, Menko Polkam menempatkan pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan postur TNI karena manusia merupakan faktor utama dalam organisasi. Menurutnya, proses menyerap dan memahami ilmu memiliki tantangan tersendiri sehingga kualitas tenaga pendidik menjadi sangat menentukan. Karena itu, personel yang ditugaskan di lembaga pendidikan TNI harus merupakan orang-orang terbaik yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta kemampuan untuk membentuk generasi pemimpin TNI di masa depan.

Selain kompetensi, Menko Polkam memberikan penekanan khusus pada integritas dan disiplin sebagai fondasi seorang perwira. Ia mengingatkan bahwa jabatan tidak boleh diperoleh dengan membayar ataupun melalui praktik kolusi dan jual beli jabatan. Seorang perwira harus siap mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan organisasi dan negara. Demikian pula dalam hal disiplin, sikap dan perilaku seorang perwira akan menjadi cerminan bagi disiplin prajurit yang dipimpinnya.

“Saudara adalah calon pemimpin TNI dan sekaligus bagian dari kepemimpinan nasional masa depan. Karena itu, integritas, moralitas, kapabilitas dan kejujuran harus menjadi fondasi kepemimpinan Saudara. Kebohongan akan berjalan cepat, namun kejujuran dan kebenaran pasti akan sampai tujuan,” pesan Menko Polkam. Ia menegaskan bahwa keteladanan harus dimulai dari diri sendiri karena sikap, perilaku, disiplin, dan kepatuhan seorang komandan akan menentukan kualitas prajurit serta satuan yang dipimpinnya.

Pesan tentang keteladanan dan integritas tersebut diperkuat Menko Polkam dengan membacakan Gurindam Dua Belas Pasal 12 karya Raja Ali Haji. Gurindam tersebut memuat nilai-nilai tentang hubungan pemimpin dengan rakyat, musyawarah, keadilan, penghormatan terhadap ilmu, dan pengabdian. Salah satu bait yang dibacakan berbunyi, “Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh ‘inayat.” Melalui pesan tersebut, Menko Polkam mengajak para Pasis untuk menjadi pemimpin yang berpihak pada kebenaran, menegakkan keadilan, serta senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam menjalankan amanah.

Di tengah perubahan karakter ancaman, Menko Polkam juga mengingatkan bahwa medan yang harus dikuasai para perwira kini semakin luas hingga ke ruang digital. Ia mengibaratkan “Padang Kurusetra” atau medan pertempuran pada era sekarang telah bergeser ke medan digital. Karena itu, para perwira harus mampu menguasai berbagai aspek ruang digital, mulai dari literasi digital dan keamanan siber hingga kemampuan memverifikasi informasi, mengenali konten manipulatif dan hoaks, serta menjaga keamanan data dan informasi strategis. Kemampuan tersebut diperlukan agar para perwira mampu menghadapi perkembangan ancaman sekaligus menjadi teladan dalam bermedia sosial dan turut memperkuat ketahanan informasi nasional.

Komandan SeskoAD Mayjen TNI Agustinus Purboyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Menko Polkam memberikan pembekalan kepada para Pasis. Menurutnya, sosok Menko Polkam merupakan figur yang dapat menjadi teladan bagi para Perwira Siswa karena memiliki pengalaman penugasan yang panjang pada level taktis, operasional, hingga strategis. “Beliau telah merasakan asam garam penugasan pada berbagai tingkatan dan memiliki integritas yang tinggi, yakni keselarasan antara kata dan perbuatan. Keteladanan dan pengalaman tersebut sangat dibutuhkan para Perwira Siswa sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin TNI di masa depan,” ujar Mayjen TNI Agustinus Purboyo.

Sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam turut hadir mendampingi Menko Polkam. Antara lain. Deputi I/Poldagri Kemenko Polkam, Mayjen TNI (Purn) Heri Wiranto; Deputi III/Hanneg Kesbang Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono; Staf Khusus Menko Polkam, Mayjen TNI (Purn) Turmargaban Rajagukguk dan Bpk. H. Janmat Sembiring; Koorspri Menko Polkam, Brigjen TNI Siagian Donald Meyer Baringin; Kabiro Humas dan Datin, Brigjen TNI Honi Havana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot thailandanalisa taktik probabilitas pola mahjong wild deluxe menguji strategi teknik sicbo fluktuasi rtp live gates of olympusmetodologi teknik observasi analisa strategi baccarat taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princessksplorasi strategi pemetaan teknik analisa taktik blackjack pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza495051