banner 728x250

UGM Kembangkan Teknologi Geothermal Direct Use untuk Pendingin Ruangan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, JAKARTA — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama organisasi internasional Inerspace dan Geo Energi menjajaki pemanfaatan energi panas bumi secara langsung atau direct use untuk sistem pendingin ruangan di Indonesia.

Pengembangan teknologi tersebut dinilai memiliki prospek karena karakteristik iklim Indonesia yang relatif hangat sepanjang tahun. Selama ini, teknologi direct use panas bumi lebih banyak dimanfaatkan di negara-negara empat musim untuk kebutuhan pemanasan maupun pendinginan.

Dosen sekaligus peneliti UGM, Dr. Khasani S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi panas bumi. Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam produksi listrik berbasis panas bumi, setelah Amerika Serikat.

Namun, pemanfaatan panas bumi secara langsung untuk kebutuhan nonlistrik masih belum berkembang secara komersial di Indonesia.

“Selama ini teknologi direct use lebih banyak diterapkan di negara empat musim, baik sebagai pemanas saat musim dingin maupun pendingin saat musim panas,” kata Khasani.

Menurut dia, kondisi Indonesia yang memiliki suhu hangat sepanjang tahun justru membuka peluang pemanfaatan teknologi tersebut sebagai alternatif sistem pendingin ruangan.

“Di Indonesia yang bersuhu hangat sepanjang tahun, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pendingin ruangan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Masih Tahap Studi Kelayakan

Khasani menjelaskan, kolaborasi UGM dengan Inerspace dan Geo Energi masih berada pada tahap awal. Tim saat ini melakukan feasibility study untuk mengkaji kelayakan penerapan teknologi tersebut.

Tahapan berikutnya direncanakan berupa pembangunan pilot project. Proyek percontohan tersebut akan digunakan untuk menguji teknologi sekaligus melihat efektivitas penerapannya di Indonesia.

Jika hasil studi dan uji coba menunjukkan hasil positif, teknologi tersebut diharapkan dapat dikembangkan pada bangunan dengan skala lebih besar, termasuk fasilitas nasional.

“Proyek ini masih dalam tahap awal. Kami memulai dengan feasibility study, kemudian direncanakan membuat pilot project sebagai eksperimen dan uji coba,” kata Khasani.

Belajar dari Negara Tetangga

Pengembangan teknologi direct use panas bumi untuk kebutuhan pendinginan juga mulai dijajaki sejumlah negara di Asia Tenggara.

Thailand, Vietnam, dan Malaysia disebut telah mulai mengeksplorasi pemanfaatan teknologi tersebut. Indonesia sendiri dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep serupa dengan menyesuaikannya terhadap kondisi geografis dan kebutuhan energi nasional.

Khasani menilai pengembangan direct use dapat memperluas pemanfaatan panas bumi yang selama ini lebih dikenal sebagai sumber pembangkit listrik.

Selain aspek teknologi dan keekonomian, ia menilai kepastian regulasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan sektor tersebut.

Menurut Khasani, pemerintah perlu segera menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi pengembang teknologi direct use panas bumi.

“Kami berharap pemerintah dapat segera merampungkan dan mengesahkan regulasi resmi agar para pengembang memiliki payung hukum yang jelas dalam mengomersialkan serta mengembangkan potensi energi ini secara luas,” ujarnya.

Pengembangan teknologi direct use diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

analisa taktik probabilitas pola mahjong wild deluxe menguji strategi teknik sicbo fluktuasi rtp live gates of olympusmetodologi teknik observasi analisa strategi baccarat taktik pola mahjong ways 2 pgsoft rtp live starlight princessksplorasi strategi pemetaan teknik analisa taktik blackjack pola mahjong wins 3 pragmatic rtp live sweet bonanza495051