Suarademokrasi, Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung memamerkan berbagai produk unggulan UMKM khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger, booth Bhayangkari Lampung menghadirkan beragam produk kerajinan mulai dari kain Tapis, sulam usus, tas celugam, hingga aneka kuliner khas daerah.
Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih sebagai identitas budaya Lampung yang dituangkan ke dalam berbagai produk kerajinan.
“Tahun ini kita mengambil tema Siger. Kami membawa Tapis dengan hiasan Siger, ada juga tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, dan masih banyak lagi,” kata Andria di lokasi pameran.
Salah satu produk yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kain Tapis tradisional yang ditenun secara manual menggunakan alat tenun tradisional dari Lampung Selatan. Karena proses pembuatannya yang rumit, harga kain Tapis yang dipamerkan bervariasi, mulai dari jutaan hingga mencapai Rp 25 juta.
“Harga paling mahal sekitar Rp 25 juta untuk Tapis saja. Dari benangnya sudah kelihatan, kalau Tapis yang mahal itu benangnya agak cokelat, sedangkan yang lebih murah menggunakan benang emas kuning,” ujarnya.
Menurut Andria, pembuatan satu lembar kain Tapis membutuhkan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, bergantung pada tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa beberapa bulan. Tapi kalau motifnya padat seperti ini bisa sampai tahunan, tergantung permintaan pasar,” jelasnya.
Dalam pameran tersebut, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung.
Tak hanya itu, Bhayangkari Lampung juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa Tapis dengan model dan corak modern yang menggunakan material benang wol sebagai alternatif pengembangan produk.
Andria berharap pameran ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kain Tapis sekaligus memperluas pasar bagi para pelaku UMKM Lampung.
“Harapannya masyarakat Lampung semakin bangga menggunakan Tapis, baik untuk acara resmi maupun santai. Sekarang Tapis sudah memiliki banyak model yang bisa dipakai semua kalangan, dari remaja hingga dewasa,” tutupnya. (L)


















