banner 728x250

Mualaf Tionghoa Tegaskan Peran Jadi Jembatan Persatuan Bangsa

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Perwakilan mandat organisasi dan yayasan mualaf Indonesia, Abdurrahman Ong, menegaskan pentingnya peran Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi jembatan komunikasi lintas identitas di Indonesia.

Hal itu disampaikan Abdurrahman Ong dalam wawancara dengan sejumlah media. Ia menyebut, nilai Islam yang inklusif tercermin dari semangat persaudaraan tanpa memandang perbedaan ras maupun latar belakang.

“Inti dari Islam adalah ukhuwah Islamiyah. Kita diajarkan bergaul tanpa melihat perbedaan ras. Islam itu indah, meskipun berbeda, kita tetap satu tubuh,” kata Abdurrahman.

Menurutnya, pesan persatuan tidak hanya penting di internal umat Islam, tetapi juga perlu disampaikan secara luas untuk meredam potensi segregasi ras di tengah masyarakat.

“Harapan kami, bangsa ini melihat perbedaan sebagai rahmat. Dari perbedaan justru kita bisa saling menguatkan,” ujarnya.

Abdurrahman juga menyoroti peran strategis mualaf Tionghoa dalam membangun jembatan antara identitas keislaman dan budaya Tionghoa. Ia menilai, posisi tersebut dapat memperkuat syiar Islam yang inklusif.

“Kami membawa dua identitas, sebagai Tionghoa dan Muslim. Dari situ kami bisa menjadi penghubung antar berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.

Dalam berbagai kegiatan yang digagas PITI, pihaknya juga melibatkan organisasi non-muslim dari komunitas Tionghoa. Langkah ini dilakukan untuk membangun saling pengertian dan memperkuat kebersamaan.

“Kami juga mengundang organisasi non-muslim Tionghoa agar mereka melihat bahwa komunitas ini ada dan bisa hadir sebagai satu kesatuan,” tambahnya.

Ke depan, kegiatan serupa akan digelar secara rutin setiap tahun dengan lokasi yang bergantian, baik di masjid maupun tempat bernuansa budaya Tionghoa sebagai simbol harmonisasi.

Abdurrahman menegaskan, menjadi Muslim tidak berarti meninggalkan identitas budaya Tionghoa. Menurutnya, kedua identitas tersebut dapat berjalan berdampingan.

“Kita tidak bisa meninggalkan salah satu identitas. Justru harus melebur dan menjadikannya kekuatan untuk mempererat persatuan,” pungkasnya. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *