Suarademokrasi, Jakarta – Ketua Umum DPP RAMPAS SETIA 08 BERDAULAT Teuku Helmy meminta Tokoh Nasional Amien Rais menjaga etika dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Pernyataan Amien Rais yang dinilai menyerang pribadi Presiden RI Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya disebut tidak pantas disampaikan oleh seorang tokoh bangsa.
Dalam keterangannya kepada awak media, Teuku Helmy menyoroti ucapan Amien Rais yang menyebut Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai “gay” serta menyebut hubungan Presiden Prabowo dengan Seskab Teddy sebagai “hubungan offside”.
“Kami meminta kepada Pak Amien Rais agar berbahasa santun. Kita ini hidup di negara yang menjunjung tinggi etika dan adab. Sebagai tokoh nasional yang pernah menjadi pejabat negara dan Ketua MPR RI, seharusnya beliau memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar Teuku Helmy, Di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, kritik seharusnya disampaikan secara bermartabat dan tidak menyerang ranah pribadi seseorang.
“Kalau ada yang tidak suka atau tidak setuju dengan program Presiden Prabowo, silakan disampaikan dengan cara yang baik dan terhormat. Jangan memfitnah, jangan menjelek-jelekkan pemimpin bangsa yang dipilih secara sah oleh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Teuku Helmy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghindari narasi yang dapat memicu kebencian maupun perpecahan.
“Kita dikenal dunia sebagai bangsa yang santun. Mari bersama-sama membangun bangsa dan negara ini dengan semangat persatuan, bukan dengan saling menyerang atau menyebarkan kebencian,” katanya.
Ia menegaskan RAMPAS SETIA 08 BERDAULAT akan terus mendukung pemerintah dan menjaga stabilitas nasional demi keberlanjutan pembangunan.
“Kami bersama rakyat dan pemerintah akan terus menjaga persatuan bangsa. Jangan sampai perbedaan pandangan politik membuat kita terpecah belah,” pungkas Teuku Helmy. (L)



















