banner 728x250

Mega Korupsi MBG, Jalih Pitoeng Minta Kejagung Bongkar Tuntas Hingga ke Akar-Akarnya!

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, JAKARTA – Salah satu instrumen penegakan hukum dan keadilan khususnya pemberantasan korupsi dibawah kepemimpinan presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kejaksaan Agung kini terus berpacu mengejar prestasi sekaligus mengukir sejarah yang belum pernah terjadi.

Baik di era kepemimpinan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY hingga Jokowi, prestasi gemilang ini hanya baru diraih di era kepemimpinan presiden Prabowo Subianto.

Sehingga tidak terlalu berlebihan jika seorang relawan militan Prabowo yang juga aktivis Anti Korupsi dari tanah Betawi, Jalih Pitoeng menyematkan Prabowo Subianto sebagai Bapak Anti Korupsi.

Jalih Pitoeng menilai bahwa harapannya bukan tanpa alasan. Menurut Jalih Pitoeng, Prabowo adalah satu-satunya presiden Republik Indonesia yang sangat peduli dan konsen terhadap pemberantasan korupsi.

“Sebut saja kasus Timah ratusan triliun, kasus Pertamina yang mendekati ribuan triliun, kasus jutaan hektar kelapa sawit serta perampasan uang hasil korupsi belasan bahkan puluhan triliun yang telah dirampas oleh kaum Adiyaksa dibawah pimpinan pak Burhanudin akhir-akhir ini,” kata Jalih Pitoeng saat dihubungi wartawan, Minggu (14/06/2026).

“Nah sekarang sedang heboh korupsi kolosal yang Terstruktur, Sistematis dan Masif di BGN,” lanjut Jalih Pitoeng menegaskan.

“Ini bukan hanya pak Prabowo, Kejagung atau Rakyat yang marah,” imbuhnya.

“Tapi Tuhan sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an pada surat Al-Ma’un,” Jalih Pitoeng menegaskan seraya melafalkannya ayat-ayat tersebut.

Aktivis kelahiran tanah Betawi yang memiliki latar belakang bisnis property dan sempat dipenjara pada era Jokowi inipun mengecam keras tindakan koruptif yang merugikan negara triliunan rupiah.

“Agar kita tidak dianggap sebagai ‘Pendusta Agama’, maka kami dari FORMASI atau Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi mendesak agar pihak Kejagung membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya,” pinta Jalih Pitoeng menegaskan.

“Terutama bagi para pengambil kebijakan dan oknum-oknum pengelola yayasan nakal yang tak bermoral,” Jalih Pitoeng menambahkan.

“Karena ini adalah kejahatan yang bukan hanya luar biasa, tapi sangat, sangat dan sangat luar biasa,” tegasnya.

“Coba anda bayangkan, ini hak rakyat tidak mampu yang dianggarkan sangat fantastis sebesar 335 triliun demi peningkatan gizi masyarakat, masih di embat juga,” lanjutnya marah.

Selain mengecam tindakan Mega Korupsi tersebut, aktivis Betawi yang pernah berperan aktif mengungkap korupsi ratusan miliar di dinas kebudayaan DKI ini juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menerjunkan puluhan advokat guna membantu advokasi bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

“Kami dari Lembaga Bantuan Hukum Jalih Pitoeng akan membantu memberikan advokasi bagi para korban atau masyarakat yang merasa dirugikan atas tragedi Mega Korupsi ini,” ungkap Jalih Pitoeng.

“Insya Allah kami dari Jalih Pitoeng Centre akan menurunkan puluhan pengacara diberbagai daerah untuk mengawal kasus Mega Korupsi ini,” Jalih Pitoeng menegaskan.

“Karena kami sadar bahwa pihak kejaksaan sudah sangat sibuk dengan kasus yang sangat fenomenal ini” pungkas Jalih Pitoeng. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *